Hutang...Oh, Hutang
Hutang merupakan satu kata yang
banyak ditakuti oleh setiap orang. Tetapi banyak juga yang melakukannya, dengan
dalih karna tuntutan hidup, ingin gaya hidup mewah dan lain sebagainya. Maka
dari itu tak seharusnya bagi seorang muslim meremehkan perkara hutang piutang, Karena perkara hutang bukan untuk di dunia
saja tetapi berhubungan dengan akhirat.
Saya punya banyak cerita tentang orang yang berhutang, Karena saya
juga punya warung dirumah. Cara
merekapun berbeda-beda dan unik-unik menurut saya. Ada yang datang mau
berhutang, dengan perjanjian nanti malamnya dibayar. Tetapi begitu sudah malam, orang yang
berhutang ini tidak muncul-muncul. Esoknya dan esoknya lagi tidak kelihatan
batang hidungnya.
Ada lagi yang datang dengan memelas ingin berhutang, dengan perjanjian
sampai panen tiba. Tetapi begitu sudah panen, orangnya tidak muncul-muncul
juga. Trus ada juga yang datang ingin berhutang sehari atau dua hari dalam
perjanjian, tetapi orang yang berhutang ini tidak muncul dalam waktu yang lama.
Satu tahun kemudian orang ini datang lagi berbelanja kewarung. Saya sih was-was
juga, tetapi bagi saya kalau hutang ya hutang. Begitu saya tanya tentang
hutangnya yang setahun lalu, dia jawab besok dibayar katanya. Dan...yah
gitu..orang ini tidak muncul-muncul lagi hingga sekarang.
Namun tidak semua yang berhutang
seperti itu ada juga yang sesuai dengan perjanjian dan ada juga minta waktu
sampai terima upah (gajian), tetapi hutangnya tetap ia bayarkan.
Dalam Islam hutang dikenal dengan istilah Al-Qardh, yang berarti memotong,
sedangkan menurut istilah memberikan harta dengan dasar kasih sayang kepada
siapa saja yang membutuhkan dan akan dimanfaatkan dengan benar. Dan suatu saat
nanti harta tersebut akan dikembalikan lagi kepada orang yang memberikannya.
Rasullullah SAW bersabda :
“ Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memilki hutang satu dinar
atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di
hari kiamat nanti)”. Karena disana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan
dirham. (HR. Ibnu Majah)
Hayooo...bagi yang sering berhutang dan tidak mau bayar hutang,
hati-hati....karna bila di dunia hutang tidak dibayarkan, maka diakhirat kelak
akan kita bayarkan juga, tetapi Pembayarannya bukan lagi dalam bentuk uang
tetapi dengan amal kebaikan kita.


8 komentar
Saya juga punya hutang bun. Hutang cicilan rumah. Hiks. Doain ya smg cpt lunas
BalasHapusamiin...smg Allah berikan banyak kemudahan dalam melunasinya ya bund...
HapusTerima kasih sudah diingatkan Mbak..
BalasHapusSemoga saya juga bisa berhati-hati dengan perihal hutang ini:)
iya mbak dian...sami2, smg kita semua dijauhkan dari hutang
HapusHutang oh hutang. Walaupun halal tetap jd beban. Terima kasih sudah mengingatkan mba :)
BalasHapussami2 mbak dwi
HapusHATI - HATI DENGAN HUTANG HIROSIMA HANCUR KARENA BOM
BalasHapusDAN WARUNG KECIL TUTUP KARENA BON
betul-betul
Hapus