UMAK



Umak

Umak, begitu aku memanggilnya, sosok perempuan yang membuatku hadir kedunia ini, yang telah banyak mengajarkan aku arti hidup. Umak adalah malaikatku, pahlawanku,  memberi dengan tulus tanpa meminta balas.
Umak, begitu aku memanggilnya. Sosok perempuan yang sederhana tetapi begitu hebat dimataku. Di umurnya yang sudah lebih 60 tahun, umak masih telaten mengerjakan berbagai macam hal, mulai dari merajut, membuat tikar dari bungkus plastik bekas, membuat tas dari plastik bekas, dan juga merawat berbagai macam tanaman. Selain itu umak juga suka memasak. Hampir setiap hari umak membuat makanan. Buat goreng pisang, goreng tahu, mie goreng, dll. Pokoknya umak begitu hebat dimataku.


Pernah suatu hari aku bertanya ke umak, “ ndok lotiah umak doh? (umak tidak capek?), umak menjawab dengan tersenyum, trus bilang justru umak senang dengan adanya kegiatan biar badan jadi sehat, trus tambah semangat katanya. Apa lagi sekarang kalian ada disini bersama umak, dan yang lebih semangat lagi sejak adanya ghanaya. Ghanaya adalah putri pertama saya yang sekarang baru berumur 6 bulan seminggu. Kalau terasa lelah, lihat wajah lucu ghanaya capek umak jadi hilang. Ah, umak. Engkau semakin hebat dimataku.

You Might Also Like

7 komentar